Soccer Football - Europa League - Fenerbahce Press Conference - Sukru Saracoglu Stadium, Istanbul, Turkey - March 5, 2025 Fenerbahce coach Jose Mourinho during the press conference REUTERS/Umit Bektas
Jose Mourinho menilai Galatasaray salah sasaran soal tuduha rasisme (REUTERS/Umit Bektas)


Istanbul

Jose Mourinho angkat bicara soal tuduhan rasisme yang dialamatkan Galatasaray kepadanya. Pelatih Fenerbahce itu menyanggah anggapan tersebut.

Mourinho dihukum karena komentarnya dinilai telah merendahkan wasit lokal usai melawan Galatasaray dalam lanjutan Liga Turki pada Senin (24/2) lalu. Ia juga dituding rasis karena menyebut penghuni bench lawan ‘melompat seperti monyet’.

Seperti diberitakan BBC, Federasi Sepakbola Turki (TFF) awalnya menghukum Mourinho larangan mendampingi tim sebanyak empat laga dan denda sebesar 1,6 juta Lira atau hampir 728 juta Rupiah. Fenerbahce kemudian mengajukan banding dan berhasil.


Banding pun sukses dan hukumannya berkurang menjadi dua laga, yang sudah ddijalani semua oleh Mourinho. Meski hukuman sudah diberikan, label pelatih rasis sudah kadung melekat di diri Mourinho.

Padahal Mourinho belum genap setahun melatih Fenerbahce, sehingga bisa jadi preseden buruk ke depannya. Meski demikian, Mourinho membantah keras anggapan tersebut.

Dia merasa sudah jadi korban salah sasaran, mengingat dia punya hubungan yang baik dengan para pemain Afrika semasa karier kepelatihannya.

“Cara mereka menyerang saya tidak elok, karena mereka tidak tahu masa lalu saya. Mereka tidak tahu hubungan saya dengan pemain Afrika, orang-orang Afrika dan pemain Afrika serta badan amal Afrika,” ujar Mourinho di ESPN.

“Bukannya menyerang saya, tapi malah jadi bumerang dan berbalik ke mereka.”

“Semua orang tahu pribadi saya seperti apa. Semua tahu sifat jelek saya, tapi ini bukan salah satu sifat jelek saya. Justru sebaliknya.”

“Yang terpenting adalah saya tahu diri saya seperti apa, dan menuduh saya rasis itu salah alamat.”