Jakarta –
Persija Jakarta tidak mempunyai masalah dalam hal produktivitas mencetak gol. Namun, Macan Kemayoran terhitung ringkih di lini belakang.
Permasalahan banyak kebobolan menjadi perhatian khusus Carlos Pena selaku pelatih. Secara khusus, hal ini menjadi kendala Persija dalam delapan pertandingan terakhir di Liga 1 2024/25.
Rizky Ridho cs kebobolan 13 gol dalam rentang waktu tersebut. Akibatnya Persija cuma berhasil satu kali menang sehingga harus puas menempati peringkat keempat setelah sempat menempel Persib Bandung.
Soal ketajaman, Persija mencetak 41 gol yang menjadikan mereka tim paling produktif keempat. Namun, Persija sudah kebobolan 31 gol sehingga selisih gol tim hanya +10.
“Kami telah menjadi salah satu tim yang mencetak banyak gol. Saya rasa itu sangat baik,” kata Carlos Pena, dikutip dari laman klub.
“Mungkin pada Januari-Maret 2025 kami terlalu banyak kebobolan. Sebab dalam dua bulan terakhir kami kerap bermain dengan lebih sedikit pemain dalam durasi waktu yang panjang,” ujarnya menjelaskan.
Pelatih asal Spanyol berharap situasi ini bisa membaik dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya. Terdekat, Persija akan bertandang ke markas Madura United pada pekan ke-27 Liga 1, Minggu (6/4).
Delapan pertandingan sisa Liga 1 akan sangat krusial buat Persija. Manajemen sudah menegaskan bahwa tim minimal harus menempati empat besar di akhir musim.
“Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dibereskan. Tapi saya sangat optimistis bawah kami bisa melewati segala dinamika ini,” ucap Carlos Pena.
(mro/nds)